Jumat, 22 April 2022

Strategi Pengujian Perangkat Lunak

Diposting oleh Diani Widyaningrum di 01.35

 Nama: Diani Widyaningrun

NPM: 21382004P
Kelas: IF GAB EX 1

 

Dalam proses rekayasa perangkat lunak, para developer perangkat lunak pertama-tama mencoba membuat dan mengembangkan perangkat lunak dari tahap abstraksi hingga implementasi, diikuti dengan pengujian perangkat lunak. Dalam pengujian perangkat lunak, aktor membuat satu set kasus uji atau skenario  yang diuji pada perangkat lunak yang sudah jadi. Proses pengujian perangkat lunak  berfokus pada sisi destruktif daripada sisi konstruktif, karena tujuannya adalah untuk menemukan bug perangkat lunak.

Definisi Strategi Pengujian Perangkat Lunak

Strategi pengujian perangkat lunak dapat diilustrasikan pada gambar berikut. Perangkat lunak dimulai dengan penentuan kebutuhan perangkat lunak, proses selanjutnya berupa perancangan, dan terakhir pengkodean. Strategi pengujian serupa, dimulai dengan pengujian unit  di tengah spiral di mana setiap modul / unit perangkat lunak yang diimplementasikan dalam kode sumber diuji. Kemudian jalankan tes integrasi. Fokus pengujian adalah pada desain dan konstruksi arsitektur perangkat lunak. Selain itu, tes validasi dilakukan dengan tujuan menguji kepatuhan dengan persyaratan perangkat lunak yang  ditentukan sebelumnya. Akhirnya, lingkaran luar spiral mencapai pengujian sistem, pengujian perangkat lunak dan seluruh sistem.

Tujuan Strategi Pengujian Perangkat Lunak

Pengujian perangkat lunak dilakukan dengan sasaran sebagai berikut ini :

1.      Pengujian adalah proses mengeksekusi program dengan tujuam untuk menemukan kerusakan maupun kesalahan pada program.

2.      Kasus atau skenario uji yang baik adalah yang mempunyai tingkat kemungkinan tinggi untuk menemukan kerusakan yang belum ditemukan.

3.      Pengujian dapat dikatakan berhasil apabila berhasil menemukan kerusakan yang belum ditemukan sebelumnya.

Dari sasaran diatas mengimplikasikan adanya perubahan cara pandang dimana pengujian yang berhasil adalah pengujian yang tidak menemukan kesalahan maupun kerusakan. Apabila pengujian telah selesai dilakukan, maka diharapkan ditemukan adanya kesalahan dalam perangkat lunak. Sekaligus sebagai benefit tambahan, pengujian dalam hal ini menunjukkan bahwa fungsi perangkat lunak bekerja dan berjalan sesuai dengan spesifikasi bahwa persyaratan kinerja telah terpenuhi.

Ketika melakukan pengujian, data perlu dikumpulkan supaya memberikan indikasi yang baik terhadap realibilitas perangkat lunak dan beberapa indikasi dari kualitas keseluruhan perangkat lunak. Namun, pengujian tidak dapat memperlihatkan ataupun memastikan bahwa perangkat lunak yang diuji tersebut tidak memiliki cacat sama sekali.

 

Langkah-Langkah Strategi Pengujian Perangkat Lunak

 

 

Apabila perangkat lunak dibuat untuk pelanggan makadapat dilakukan aceeptance test sehingga memungkinkan pelanggan untukmemvalidasi seluruh keperluan. Test ini dilakukan karena memungkinkan pelanggan menemukan kesalahan yg lebih rinci danmembiasakan pelanggan memahami perangkat lunak yg telah dibuat.

1.      Pengujian Alpha

Dilakukan pada sisi pengembang oleh seorang pelanggan.Perangkat Lunak digunakan pada setting yg natural dgn pengembang “yg memandang”melalui bahu pemakai dan merekam semua kesalahan dan masalah pemakaian

2.      Pengujian Beta

Dilakukan pada satu atau lebih pelanggan oleh pemakaiakhir perangkat lunak dalam lingkungan yg sebenarnya, pengembang biasanya tidakada pada pengujian ini. Pelanggan merekan semua masalah (real atau imajiner) ygditemui selama pengujian dan melaporkan pada pengembang pada interval waktu tertentu.


Alamat web Program studi, Fakultas, Universitas 
 http://ti.ftik.teknokrat.ac.idhttp://ftik.teknokrat.ac.idwww.teknokrat.ac.id 


0 komentar:

Posting Komentar

 

azul Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei