Nama: Diani Widyaningrun
NPM: 21382004P
Kelas: IF GAB EX 1
Dalam
proses rekayasa perangkat lunak, para developer perangkat lunak pertama-tama
mencoba membuat dan mengembangkan perangkat lunak dari tahap abstraksi hingga
implementasi, diikuti dengan pengujian perangkat lunak. Dalam pengujian
perangkat lunak, aktor membuat satu set kasus uji atau skenario yang diuji pada perangkat lunak yang sudah
jadi. Proses pengujian perangkat lunak
berfokus pada sisi destruktif daripada sisi konstruktif, karena
tujuannya adalah untuk menemukan bug perangkat lunak.
Definisi Strategi Pengujian Perangkat Lunak
Strategi
pengujian perangkat lunak dapat diilustrasikan pada gambar berikut. Perangkat
lunak dimulai dengan penentuan kebutuhan perangkat lunak, proses selanjutnya
berupa perancangan, dan terakhir pengkodean. Strategi pengujian serupa, dimulai
dengan pengujian unit di tengah spiral
di mana setiap modul / unit perangkat lunak yang diimplementasikan dalam kode
sumber diuji. Kemudian jalankan tes integrasi. Fokus pengujian adalah pada
desain dan konstruksi arsitektur perangkat lunak. Selain itu, tes validasi
dilakukan dengan tujuan menguji kepatuhan dengan persyaratan perangkat lunak
yang ditentukan sebelumnya. Akhirnya,
lingkaran luar spiral mencapai pengujian sistem, pengujian perangkat lunak dan
seluruh sistem.
Tujuan
Strategi Pengujian Perangkat Lunak
Pengujian perangkat lunak dilakukan dengan sasaran
sebagai berikut ini :
1. Pengujian adalah proses mengeksekusi program dengan
tujuam untuk menemukan kerusakan maupun kesalahan pada program.
2. Kasus atau skenario uji yang baik adalah yang
mempunyai tingkat kemungkinan tinggi untuk menemukan kerusakan yang belum
ditemukan.
3.
Pengujian
dapat dikatakan berhasil apabila berhasil menemukan kerusakan yang belum
ditemukan sebelumnya.
Dari
sasaran diatas mengimplikasikan adanya perubahan cara pandang dimana pengujian
yang berhasil adalah pengujian yang tidak menemukan kesalahan maupun kerusakan.
Apabila pengujian telah selesai dilakukan, maka diharapkan ditemukan adanya
kesalahan dalam perangkat lunak. Sekaligus sebagai benefit tambahan, pengujian
dalam hal ini menunjukkan bahwa fungsi perangkat lunak bekerja dan berjalan
sesuai dengan spesifikasi bahwa persyaratan kinerja telah terpenuhi.
Ketika
melakukan pengujian, data perlu dikumpulkan supaya memberikan indikasi yang
baik terhadap realibilitas perangkat lunak dan beberapa indikasi dari kualitas
keseluruhan perangkat lunak. Namun, pengujian tidak dapat memperlihatkan
ataupun memastikan bahwa perangkat lunak yang diuji tersebut tidak memiliki
cacat sama sekali.
Langkah-Langkah Strategi Pengujian Perangkat
Lunak
Apabila
perangkat lunak dibuat untuk pelanggan makadapat dilakukan aceeptance test
sehingga memungkinkan pelanggan untukmemvalidasi seluruh keperluan. Test ini
dilakukan karena memungkinkan pelanggan menemukan kesalahan yg lebih rinci
danmembiasakan pelanggan memahami perangkat lunak yg telah dibuat.
1.
Pengujian
Alpha
Dilakukan
pada sisi pengembang oleh seorang pelanggan.Perangkat Lunak digunakan pada
setting yg natural dgn pengembang “yg memandang”melalui bahu pemakai dan
merekam semua kesalahan dan masalah pemakaian
2.
Pengujian
Beta
Dilakukan
pada satu atau lebih pelanggan oleh pemakaiakhir perangkat lunak dalam
lingkungan yg sebenarnya, pengembang biasanya tidakada pada pengujian ini.
Pelanggan merekan semua masalah (real atau imajiner) ygditemui selama pengujian
dan melaporkan pada pengembang pada interval waktu tertentu.
Alamat web Program studi, Fakultas, Universitas
http://ti.ftik.teknokrat.ac.id, http://ftik.teknokrat.ac.id, www.teknokrat.ac.id
0 komentar:
Posting Komentar