Selasa, 15 Maret 2022

Perancangan Pengujian

Diposting oleh Diani Widyaningrum di 05.35

 

Nama: Diani Widyaningrum
NPM: 21382004P
Kelas IF GAB EX 1

Pengertian Perancangan Pengujian

Perancangan pengujian adalah dokumen yang berisi definisi tujuan  pengujian, item untuk diuji, pendekatan untuk dilakukan, sumber daya yang diperlukan, dan poin yang harus dicapai dalam iterasi (atau proyek). Dengan kata lain, rencana pengujian dapat digambarkan sebagai rencana atau skenario untuk menjalankan pengujian, yang  dilakukan  oleh ahli atau pengguna biasa. Perancangan pengujian yang dibuat untuk menguji perangkat lunak yang sedang dikembangkan sangat penting. Perencanaan tersebut juga membantu memandu alur kerja tim dan mengelola jumlah  tanggung jawab yang dimiliki setiap individu dalam  tim pengembangan perangkat lunak. Setiap tim juga memiliki format strategi tes dan rencana penempatan yang berbeda. Perbedaan ini mungkin terkait dengan tujuan aplikasi, sumber daya yang terbatas, proses pembuatan, serta alat dan alat uji yang digunakan.

 

Tujuan Perancangan Pengujian

Secara umum tujuan dibuatnya Perancangan Pengujian adalah untuk memudahkan developer menjalankan test sehingga test yang mereka jalankan lebih jelas dan hasilnya lebih bermanfaat dan efisien. Tujuan lainnya adalah langkah-langkah yang harus diikuti, sumber daya yang dibutuhkan, dan item yang harus dibuat. Tujuan membuat rencana pengujian adalah untuk memudahkan pengembang menjalankan dan memperjelas pengujian yang sedang berjalan untuk hasil yang lebih berguna dan efisien. Pembuatan test case bertujuan untuk memastikan bahwa suatu sistem dapat dijalankan dengan baik sesuai dengan kebutuhan awal serta mampu memberikan respon ketika terdapat suatu masukan yang tidak valid. Test Case memiliki beberapa komponen seperti test case id, test case description, precondition, test step, expected result,actual result, serta status. Test Case bertindak sebagai titik awal dalam pelaksanaan pengujian sebuah sistem. Dari test case ini biasanya diketahui apakah fitur sistem berjalan normal atau tidak. 

Langkah-Langkah Melakukan Perancangan Pengujian Beserta Contoh test Case

Langkah-Langkah Melakukan Perancangan Pengujian dapat dibuat dengan mengikuti template pembuatan test plan, namun tidak  harus mengacu kepada template yang ada, walaupun pada garis besar inti bagian dari setiap test plan adalah sama. Berikut adalah penjelasan mengenai template Test Plan yang dikeluarkan oleh IEEE 829 (Institute of Electrical and Electronics Engineers) 

1. Test Plan Identifier

Test Plan Identifier adalah bagian untuk menjelaskan secara singkat mengenai objek yang akan di test. Bisa berupa penjelasan narasi atau berbentuk tabel dengan kategori kategori tertentu. Informasi yang dijelaskan dapat berupa sekilas mengenai subjek testing, nama orang yang bertanggung jawab terhadap testing, penyusun test plan , tanggal dibuat test plan dan tanggal revisi,dll.

 2.  Introduction

Pada bagian introduction dibuat untuk menjelaskan secara narasi, mengenai testing yang akan dilakukan terhadap suatu objek testing. Bagian Introduction dapat dibuat lebih rinci dengan menambahkan sub bab apabila perlu untuk dibuat. Contoh subbab yang dapat dibuat antara lain :

·         Purpose          :untuk menjelaskan tujuan testing secara spesifik.

·         Background   :latar belakang mengapa testing dilakukan.

·         Scope              :Sejauh mana testing dilakukan.

·         Definition and Acronyms : penjelasan mengenai singkatan dan isitlah yang ada di dalam dokumen test plan.

 

3.       3. Test Items

Bagian test item menjelaskan mengenai daftar komponen komponen dalam objek testing yang akan di test satu per satu. Contohnya :

Kemudian


4.      4. Features to be tested

Penjelasan dan daftar daftar fitur yang akan ditest di pada saat pelaksanaan testing dimulai. Dapat berupa Tabel Contohnya adalah :

 


5.      5. Features Not to be Tested

Menjelaskan mengenai fitur fitur apa saja yang ada di dalam objek testing namun, fitur tersebut tidak akan di test pada saat pelaksanaan testing dan disertakan penjelasan singkat mengapa fitur tersebut tidak di test pada saat testing. Contoh:



 

6.      6. Approach / Test Strategy

Bagian Approach adalah bagian yang digunakan untuk memberi deskirpsi mengenai Cara/approach yang dilakukan untuk melaksanakan testing dan disertakan dengan penjelasan mengenai approach yang digunakan.

Contohnya : Unit Testing menggunakan Black Box Testing dan atau White box testing beserta dengan penjelasan mengenai approach/ pendekatan yang dipakai.

 7.      Item Pass / Fail Criteria

Berisi tentang Kriteria- kriteria yang harus dipenuhi sebelum berlanjut ke fase berikutnya. Dan Kriteria Testing disebut gagal/fail. Contoh :

·         Jika suatu item di test sebanyak 10 kali dan 9 kali diantaranya berhasil namun ada 1 dimana benar benar gagal maka item tersebut dinyatakan sebagai gagal/ fail.

·         Jika hasil dari suatu item sama dengan hasil yang diharapkan maka item tersebut dinyatakan berhasil/pass.

·         System Crash akan dinyatakan sebagai fail,dsb.

8.      8. Suspension Criteria

Berisi tentang Spesifikasi Kriteria- kriteria yang dapat digunakan untuk menghentikan sementara kegiatan testing dan testing tersebut dapat dilanjutkan di waktu lain. Contoh:

Beberapa individual test cases dapat di suspend, di skip atau dikurangi jika test yang diperlukan(prerequisite test)  untuk individual test cases tersebut fail dan memerlukan perbaikan, apabila test cases individual tetap dilakukan meskipun prerequisite test yang diperlukan fail maka hanya akan membuang sumber daya /resources saja.

 9.      Test Deliverables

Menjelaskan Kegiatan testing beserta dengan pihak yang akan melaksanakan kegiatan/task tersebut. Contoh:

 10.  Testing Task

Menjelaskan Kegiatan testing beserta dengan pihak yang akan melaksanakan kegiatan/task tersebut. Contohnya:


11.  Enviromental Needs

Spesifikasi dan Perincian segala sesuatu yang dibutuhkan dan digunakan selama proses testing berjalan, bisa berupa hardware yaitu spesifikasi komputer atau hal lain selain hardware, misalnya izin akses seperti :

·         Membutuhkan akses ke dalam database untuk melaksanakan testing.

·         Membutuhkan akses ke dalam official website. 

1112. Responsibilities

Rincian Pihak pihak yang akan bertanggung jawab terhadap suatu kegiatan task di dalam serangkaian kegiatan testing yang akan dilaksanakan.

13.  Staffing and Training Needs

Secara garis besar menjelaskan bagaimana melakukan pendekatan untuk menentukan peran para staff di dalam proyek. Dan melakukan training apabila diperlukan untuk testing. Contoh :

Project Manager : Bertanggung jawab untuk mengatur implementasi total dari website.

Test Manager : Bertanggung jawab untuk mengembangkan master test plan , review test deliverables, manage test cycle dan melaporkan status kepada test manager.

Test Engineer : Bertanggung jawab untuk merancang desain dari test, membuat prosedur testing, membuat test data dan menjalankan test.

 14.  Schedule

Ada beberapa tujuan dalam membuat schedule di dalam test plan, antara lain :

1)      Merincikan Tolak ukur waktu pengerjaan Testing.

2)      Merincikan event transmittal item.

3)      Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk setiap task.

4)      Menjadwalkan Testing task dan Test Milestone.

5)      Merincikan periode pemakaian Testing resources.

 15.  Risk and Contingencies

Digunakan untuk memastikan agar hasil testing tetap berkualitas dengan memeriksa beberapa bagian yang tidak termasuk di dalam control pengerjaan software, namun bagian tersebut dapat berdampak langsung terhadap proses. Contoh :

Sekuritas Layanan Ketika masuk di dalam software masih belum diperhatikan, ketika software sedang dijalankan, belum ada proteksi keamanan oleh software ini sendiri sehingga akan sangat mudah apabila diinjeksi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

 16.  Approvals

Lembar persetujuan sebagai tanda bahwa seluruh tim/pimpinan telah menyetujui Test Plan yang telah dibuat.

 

 

Alamat web Program studi, Fakultas, Universitas 
 http://ti.ftik.teknokrat.ac.idhttp://ftik.teknokrat.ac.idwww.teknokrat.ac.id 

0 komentar:

Posting Komentar

 

azul Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei