Senin, 27 Desember 2021

Sejarah dan Perkembangan ROM

Diposting oleh Diani Widyaningrum di 01.36

 

Nama            : Diani Widyaningrum
NPM             : 21382004P
Kelas             : IF 21 Dx        
Mata Kuliah  : Organisasi dan Arsitektur Komputer

Komputer merupakan perangkat yang sangat penting bagi banyak aktivitas manusia saat ini. Komputer banyak digunakan tidak hanya untuk bekerja, tetapi juga  untuk keperluan bisnis,  tugas sekolah, mempermudah pengumpulan dan penyimpanan data, serta hiburan. Komputer memiliki berbagai komponen untuk menyimpan data dengan hard drive yang menjadi perangkat penyimpanan utama. Di sini, file-file Anda seperti berkas kerja, aplikasi, file OS, video, music dan file lain disimpan. Selain hard drive, komputer juga memiliki ROM (Read-only memory) dan RAM (Random Access Memory) sebagai tempat penyimpanan data. Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan RAM, tapi bagaimana dengan ROM? Untuk menjawab rasa penasaran Anda, kami akan membahas lebih banyak lagi tentang ROM dalam artikel kali ini.


ROM adalah singkatan dari ‘Read Only Memory‘ yaitu suatu perangkat keras pada komputer atau PC yang berupa chip memori semikonduktor yang isinya hanya bisa dibaca saja. ROM tidak dapat digolongkan sebagai RAM (Random Access Memory), walaupun keduanya mempunyai kesamaan yaitu dapat diakses secara acak atau random. ROM (Read Only Memory) berbeda dengan RAM (Random Access Memory). Atau biasa juga definisi ROM adalah salah satu memori yang terdapat di dalam komputer. ROM ini mempunyai sifat permanen, yang artinya program atau data yang disimpan didalam ROM tidak mudah hilang ataupun berubah-ubah walau aliran listrik di sudah matikan. Menyimpan data di dalam ROM tidak dapat dilakukan dengan mudah, namun membaca data dapat dilakukan dengan mudah. Biasanya program atau data yang ada diisi oleh pabrik yang membuatnya. Oleh karena itu sifat ini, biasa dipakai untuk menyimpan firmware (perangkat lunak yang berhubungan sangat erat dengan perangkat keras).

ROM (Read Only Memory) biasa juga disebut sebagai firmware merupakan jenis memori yang isinya tidak hilang ketika tidak mendapat aliran listrik dan pada awalnya isinya hanya bisa dibaca. ROM pada komputer disediakan oleh vendor komputer yang berisi program dan data. Di dalam sebuah PC, ROM biasa disebut sebagai BIOS (Basic Input/Output System) atau ROM-BIOS. Instruksi dalam BIOS inilah yang akan dijalankan oleh mikroprosesor ketika komputer mulai dihidupkan. Umumnya proses yang terkandung dalam BIOS secara berurutan adalah sebagai berikut:

1.      Memeriksa isi CMOS.

2.    Membuat penanganan interupsi (Interrupt Handlers) dan pengendali piranti (device    driver).

3.      Menginisialisasi register dan manejemen daya listrik.

4.      Melakukan pengujian perangkat keras (POST atau the power-on self test) untuk memastikan bahwa semua perangkat keras dalam keadaan baik.

5.      Menampilkan pengaturan-pengaturan pada sistem.

6.      Menentukan piranti yang akan digunakan untuk menjalankan program (misalkan pirantinya adalah harddisk).

 Mengambil isi boot sector. Boot sector juga merupakan sebuah program kecil. Oleh BIOS program ini dimuat ke RAM dan kemudian mikroprosesor akan mengeksekusi perintah-perintah yang sudah berada dalam RAM tersebut. Dengan cara seperti inilah akhirnya sistem operasi (misalnya Windows) dimuat ke memori sehingga komputer bisa dioperasikan oleh user.  


Alamat web Program studi, Fakultas, Universitas 
 http://ti.ftik.teknokrat.ac.idhttp://ftik.teknokrat.ac.idwww.teknokrat.ac.id 

0 komentar:

Posting Komentar

 

azul Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei